twitter
rss





Mainan bergilir. Konsep bermain dengan suatu benda secara bergiliran lebih mudah dipahami anak balita daripada konsep berbagi mainan. Gunakan timer dan pasang dalam waktu singkat, misalnya 1-2 menit. Biarkan balita bermain suatu benda secara giliran dengan temannya. Dia akan membiarkan temannya bermain dengan benda tersebut karena dia tahu bahwa benda itu akan kembali padanya setelah waktu bermain temannya itu habis. Jangan lupa  memuji anak, misalnya dengan mengatakan, “Wah, baik sekali kamu meminjamkan Nia bonekamu.” Jika tidak ada orang lain, jadikan diri Anda sebagai teman berbagi untuknya.

Bermain peran. Tunjukkan pada anak bahwa dengan mau berbagi dia mendapatkan jalinan pertemanan yang erat dan menyenangkan.
Dokter-dokteran. Ajak salah satu teman anak untuk bermain bersamanya. Jadikan boneka sebagai pasien yang harus dibawa ke rumah sakit. Minta si kecil berperan sebagai ibu si pasien untuk memberikan bonekanya  pada temannya yang berperan sebagai dokter untuk diperiksa. Setelah selesai, minta temannya memberikan kembali boneka pada anak.
Bengkel mobil. Bila mainannya berupa mobil-mobilan, katakan pada anak jika mainannya ada kerusakan dan harus dibawa ke bengkel; minta dia memberikan mobilnya pada temannya yang berperan sebagai mekanik untuk dibetulkan. Setelah selesai, minta temannya untuk memberikan kembali mobil-mobilan itu pada si kecil.
Play date. Anak sering berkesempatan bermain bersama teman sebayanya akan banyak belajar tentang manfaat berbagi. Rancanglah play date, yakni kegiatan bermain bersama di suatu tempat yang sudah ditentukan. Waktunya jangan terlalu lama. Biarkan anak asyik bermain bersama teman-temannya. Awasi mereka dalam jarak tertentu.

Bermain di playground. Jadwalkan kunjungan rutin ke sebuah taman atau playground. Mainan-mainan di sana merupakan milik bersama sehingga situasinya mendukung anak untuk belajar berbagi. Namun jikakondisinya berubah, misalnya anak berebut mainan dengan anak lain, alihkan perhatiannya pada hal lain atau mengajaknya pulang. –bisa didrop

Menginap di tempat saudara. Sesekali, ajak anak menginap di rumah salah satu sepupunya yang sebaya. Balita berkesempatan belajar berbagi, misalnya berbagi makanan, mainan atau buku yang dia bawa dengan benda serupa milik sepupunya. Jika mungkin, biarkan mereka tidur satu tempat tidur.

Pinjam mainan atau buku. Setiap anak memiliki mainan yang sangat spesial  dan ia tak ingin meminjamkannya pada orang lain. Jika Anda ingin mengajari anak berbagi dengan cara pinjam meminjam mainan atau buku dengan anak tetangga, pisahkan dahulu mainan spesial balita dalam sebuah kotak atau lemari tertutup sebelum temannya datang. Katakan pada anak  bahwa mainan dalam kotak adalah mainan yang tidak ingin dia pinjamkan pada temannya. Sebaliknya, mainan di luar kotak adalah mainan yang anak tak keberatan  meminjamkannya pada teman.  

Peduli Musibah. Anak bisa belajar memberi perhatian dan berbagi pada orang lain ketika Anda mengajaknya berpartisipasi membantu masyarakat yang tertimpa musibah dengan, misalnya:
Menyumbangkan sebagian uang jajan atau uang pemberian orang (angpao), baju, baju seragam atau buku bekas layak pakai, alat tulis, serta mainan yang bersifat mendidik pada beberapa badan atau yayasan amal.
Mengikutsertakan anak saat membagikan sumbangan tersebut, jika kondisi memungkinkan. Selain bisa  merangsang kepekaan si kecil dalam menghayati dan  memahami perasaan orang lain yang tertimpa  musibah, Anda juga dapat menjelaskan dan mengajarkan padanya bagaimana sebaiknya ia bersikap kala menghadapi orang yang sedang tertimpa musibah.
sumber : 
http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Tips/Balita/mengajarkan.balita.berbagi/001/005/1235/3
Posted by Abdul Aziz at 8:08 PM 0 comments

Alhamdulillah Hirabbil Alamin,,Puji syukur kepada Allah swt, sekolah kami sedikit-demi sedikit meraih prestasi, dan sedikit-demi sedikit dipercaya oleh masyarakat,
Sd yang baru berdiri 5 tahun ini bukanlah perjalanan yang mudah, banyak cercaaan dan cibiran yang harus kita lawan dengan pembuktian tentang sekolah kami,dan ternayat usaha kami pun tidak sia-sia karena banyak masyarakat yang percaya kepada sekolah kami,,cibiran dan cercaan pun sekarang menjadi senyuman yang indah.
dan inilah peringkat yang sudah dihasilkan oleh putra-putri terbaik kami.
1. Juara 1 lomba azan tingkat Sekolah Dasar.
2. Juara 1 lomba pidato tingkat Sekolah Dasar
3. Juara 1 lomba Mocopat Islami tingkat sekolah dasar se wonogiri untuk sekolah Muhammadiyah

 terimakasih kepada para guru-guru yang sudah mendampingi, dan membimbingnya.
semoga tahun-tahun selanjutnya lebih baik dan terus menorehkan prestasi amin......


SAYARAT MENJADI SISWA SD MUHIBA


PENERIMAAN MURID BARU
SDMUHIBA membuka penerimaan murid baru tahun pelajaran 2012/2013,segera daftarkan anak anda ke SD kami,
Syarat pendaftaran
1.      Mengisi formulir pendaftaran
2.      Melampirkan foto copy Kartu Keluarga
3.      Melampirkan foto copy Akte
4.      Foto copy Rpor  Tk/RA
5.      Untuk calon peserta didik putri berkas di masukan kedalam Stopmap warna merah.  Sedangkan untuk peserta didik llaki-laki berkas di masukan kedalam Stopmap warna biru.
6.      Tes psikomotorik dilaksanakan pada tanggal 20 mei 2012
7.      Daftar ulang di laksanakan mulai tanggal 28-29 mei 2012


Biaya Pendidikan
1.      Infak pembangunan pendidikan 30.000/ bulan
2.      Infak pembangunan 10.000/ bulan
3.      Snack dan makan siang 3000/ hari
4.      Antar jemput  didiskusikan dengan supir


PARA GURU SDMUHIBA MENDAPAT BINAAN LANGSUNG DARI SDMUH SAPEN DAN SDMUH CONDONG CATUR JOGJAKARTA.

  Jangan sampai salah memilih peendidikan untuk anak-anak kita,karena itu akan membawa mereka keadalam dunia yang pintar dan cerdas,pastikan untuk orang tua cerdas dalam memilih pendidikan.



CIRI-CIRI GURU PROFESIONAL
Kami hanya ingin berbagi pengalaman kepada sahabat guru yang ada di seluruh dunia, berdasarkan pengamatan dan pengalaman saya selama mengajar di SD,baik SD Negri atau pun SD Swasta
Langsung saja ciri-ciri yang :
1.       Guru telah membuat RPP sebelum melakukan pembelajaran,dan mengetahui apa saja yang akan di sampaikan kepada murid-murid
2.       Guru menguasai materi yang akan di ajarkan,dengan catatan setiap mau pulang guru sudah menyiapkan buku buat esok hari,dan di bawa pulang untuk memperdalam materi yang akan di sampaikan
3.       Dalam mengajar usahakan guru membawa alat peraga, jika tidak belajar di luar kelas dan alam sebagai alat peraga
4.       Setiap memberi pelajaran usahakan luangkan waktu kurang lebih 5 menit,untuk penyegaran otak dengan catatan tidak keluar dari materi yang di ajarkan agar anak tidak bosan
5.       Guru tidak boleh menggunakan tangan unuk menegur siswa,cukup dengan hukuman yang mendidik,seperti hafalan matematika,membersihkan halaman
6.       Guru harus menjadi sahabat untuk para murid-muridnya,karena siswa akan patuh jika guru sayang kepada dirinya
7.       Ulet,sabar dan telaten
Demikian ciri-ciri guru profesional menurut kami,jika anda belum mencoba salah satu dari ciri-ciri di atas,silahkan mencoba dan anda akan mendapatkan hasilnya,,
Semoga tulisan ini bisa bermanfaat terutama bagi kita para guru amin....

Membangun karakter anak sejak dini, sangat penting bagi orang tua dan guru, harapannya agar anak sejak dini memiliki karakter yang baik. Membangun karekter anak dapat dilakukan melalui jalur pendidikan formal, non formal maupun informal.
Semakin meningkatnya perhatian orang tua dan pemerintah terhadap pendidikan anak usia dini, disatu sisi merupakan hal yang sangat menggembirakan. Akan tetapi, disisi lain, seringkali orangtua dan pendidik juga masih memiliki pandangan yang kurang tepat dan sempit tentang proses pelaksanaan pembentukan pribadi pada anak usia dini, yakni terbatas pada kegiatan akademik saja seperti membaca, menulis, menghitung, dan mengasah kreativitas.
Pada dasarnya setiap orang tua mendambakan anak-anak yang cerdas dan berperilaku baik dalam kehidupan sehari-harinya, sehingga mereka kelak akan menjadi anak-anak yang unggul dan tangguh menghadapi berbagai tantangan dimasa depan. Namun perlu disadari bahwa generasi unggul semacam demikian ini tidak akan tumbuh dengan sendirinya. Mereka sungguh memerlukan lingkungan subur yang sengaja diciptakan untuk itu, yang memungkinkan potensi anak-anak itu dapat tumbuh optimal sehingga menjadi lebih sehat, cerdas dan berperilaku baik. Dalam hal ini orang tua mempunyai peran yang amat penting.
Suasana penuh kasih sayang mau menerima anak sebagaimana adanya, menghargai potensi anak, memberi rangsang-rangsang yang kaya untuk segala aspek perkembangan anak, baik secara kognitif, afektif, sosioemosional, moral, agama, dan psikomotorik, semua sungguh merupakan jawaban nyata bagi tumbuhnya generasi yang berkarakter dimasa yang akan datang.
Pada era globalisasi tidak jarang kehadiran seorang anak justru menimbulkan berbagai masalah dalam suatu keluarga. Berbagai media massa, baik media cetak maupun elektronik menginformasikan kasus-kasus tindak kriminal yang dilakukan oleh anak-anak seperti narkoba, penyimpangan seksual bahkan pembunuhan.
Tindakan-tindakan amoral yang dilakukan oleh anak-anak tersebut pada dasarnya akibat dari kurangnya perhatian orang tua terhadap perkembangan anak dalam setiap jenjang usianya. Orang tua yang terlalu sibuk cenderung membuat anak bebas bertindak mengekspresikan kehendaknya dan rasa ingin tahunya.
Suatu keprihatinan yang dirasakan para orang tua adalah bagaimana menanamkan kepada anak-anaknya dengan nilai-nilai, cita-cita dan motivasi yang akan menolong mereka bukan hanya mengetahui mana yang benar dan mana yang salah, tetapi juga membuat keputusan-keputusan yang benar dan bertanggung jawab.
Karakter yang berkualitas adalah sebuah respon yang sudah teruji berkali-kali dan telah berbuah kemenangan. Seseorang yang berkali-kali melewati kesulitan dengan kemenangan akan memiliki kualitas yang baik. Karakter berbeda dengan kepribadian dan temperamen. Kepribadian adalah respon atau biasa disebut etika yang ditunjukkan ketika berada di tengah-tengah orang banyak, seperti cara berpakaian, berjabat tangan, dan berjalan. Temperamen adalah sifat dasar anak yang dipengaruhi oleh kode genetika orang tua, kakek nenek, dan kakek buyut dan nenek buyut. Sedangkan karakter adalah respon ketika sedang 'diatas' atau ditinggikan. Apakah anak putus asa, sombong, atau lupa diri. Bentuk respon itulah yang disebut karakter
Karakter terbentuk dengan dipengaruhi oleh paling sedikit 5 faktor, yaitu: temperamen dasar (dominan, intim, stabil, cermat), keyakinan (apa yang dipercayai, paradigma), pendidikan (apa yang diketahui, wawasan kita), motivasi hidup (apa yang kita rasakan, semangat hidup) dan perjalanan (apa yang telah dialami, masa lalu kita, pola asuh dan lingkungan).
Karakter yang dapat membawa keberhasilan yaitu empati (mengasihi sesama seperti diri sendiri), tahan uji (tetap tabah dan ambil hikmah kehidupan, bersyukur dalam keadaan apapun, dan beriman (percaya bahwa Tuhan). Ketiga karakter tersebut akan mengarahkan seseorang ke jalan keberhasilan. Empati akan menghasilkan hubungan yang baik, tahan uji akan melahirkan ketekunan dan kualitas, beriman akan membuat segala sesuatu menjadi mungkin. (Megawangi, 2003:19).

DI zaman yang serba canggih ini, secara tidak langsung anak didik kita juga sudah mengikuti zamannya,bisa kita lihat dan bandingkan, begitu banyak perbedaan antara guru sekarang dengan guru beberapa puluh tahun yang lalu, sekarang ini guru di tuntut harus lebih kreatif dalam menyampaikan materi, dalam hal ini mungkin bisa ditambahkan alat atau media sebagai alat bantu dalam memudahkan pengajaran terutama yang berhubungan dengan materi tersebut.
Berbagai media pembelajaran yang di gunakan itu sangat banyak sekali,apalagi alam telah menyediakan semua nya, tinggal bagaimana kita mengolah  media tersebut, misalnya dalam pelajaran IPA berarti media nya bisa berupa pohon,bunga,kupu-kupu dan lain sebagainya. Jadi bukan alasan bagi seorang guru untuk tidak menggunakan media sebagai alat bantu dalam pembelajaran.
Tidak bisa di pungkiri lagi bahwa kekreatifan seorang guru dalam mengajar membuat anak-anak merasa senang dalam mengikuti pelajaran yang di ajarkan.guru yang kreatif akan membawa pada keprofesionalan dalam mengajar,guru yang profesional itu bukan lah guru yang sudah lema mengajar, tapi guru yang bisa mengatasi masalah-masalah dalam pengajaran.
Dalam melatih kecerdasan anak, anak membutuhkan permainan yang bisa melatih kecerdasan otaknya, oleh karena itu anak bisa diberikan berbagaimanan seperti,




 Jika guru sering membaca, maka guru itu akan banyak pengetahuannya yang akan menjadikan lebih kreatif dan profesional.


Secara garis besar, PAIKEM dapat digambarkan sebagai berikut:
  1. Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat.  
    2.Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat, termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik, menyenangkan, dan cocok bagi siswa.
 3. Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’
 
4. Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif, termasuk cara belajar kelompok.
 
5. Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah, untuk mengungkapkan gagasannya, dan melibatkam siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya.